Pertama kali di adakan #30harimenulissuratcinta orang yang terfikirkan di dalam otak ku ialah kamu. Betul kamu. Sebenarnya aku tak pandai berkata-kata. Semalam saya tidur di atas jacket mu lagi. Semacam hobi. Detik ini saya masih mengingatmu. Aku serius, aku masih bisa mengingat semua tentang kita. Semua sms mu di hp ku, foto-foto mu, ucapan yang kau buat di hari ulang tahun ku, video yang kamu buat tentang kita, rekaman suaramu. Coba seandainya ini mimpi ya, pasti aku tak perlu membasahi pipi. Kau kaget tidak? Aku bilang aku masih mengingat semua nya tentang kita? Padahal kau tahu untuk mengingat nama seorang teman pun kadang aku lupa. Tapi percaya lah, aku ingat semua apa yang mungkin kau lupa. Bagaimana janji mu? Kau pasti lupa bukan? Tapi aku mengingat nya. Aku selalu memikirkan mu, bodoh memang. Bagaimana aku selalu mengingat hal yang tak baik ku ingat. Tapi apa kau percaya? Merindukan mu jauh lebih mudah dari pada belajar mencintai orang lain di sini. Harus nya kau lebih tau itu. Aku ingat pertama kali kita kencan, ke dua kali, ketiga kali. Aku ingat pertama kali kau mau mengikat ku dengan kata cinta, aku ingat pertama kali kamu membelai muka ku, aku ingat pertama kali aku memeluk mu dekap-dekap dan mencium bau mu. Aku ingat semuanya. Semua tentang kita. Menulis nya masih menyunggingkan senyum di bibir ku. Aku merindukan mu, sungguh. Bukan main-main rindu nya, kadang rindu kamu, kadang rindu kamu banget.
Aku tak percaya itu sudah setahun yang lalu, masih terasa disini, masih perih apalagi kamu sudah ada yang punya sekarang. Aku tahu itu. Aku panggil dia si pemecah, tak masalah lah. Kadang masalah sih kalau hati ku tak mau berdamai. Terserah kamu saja. Cinta ku ini hanya memikirkan kebahagian mu saja. Aku tak mau memperhitungkan nya. Aku juga tak mau mencampurkan cinta ku ini dengan benci, kesel, dendam, dan marah. Kebetulan aku tak suka kimia -___________-.
Jadi bagaimana? Masih mau mengingat ku tidak? Kamu cinta pertama ku. Yang membuat kupu-kupu merona di perut ku smapai saat ini. Aku masih sayang kamu, sungguh. Yang mengajarkan ku untuk saling melengkapi. Penyederhana kesedihanku ya kamu. Kapan kita duel maen PS lagi? Sepertinya kamu punya partner duel yang baru ya.
Terima kasih ya. Untuk pernah membuat ku seperti satu-satunya kala itu.
Tertanda ; yang (masih) mencintaimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar