Minggu, 26 Februari 2012

paragraf rindu

                Rindu ku ini seperti peliharaan tanpa Tuannya. Luntang lantung di jalanan. Mencari jalan, menyusuri lorong. Sesekali kehujanan, di panggang dengan lengang nya sepi, terusngkur di kegelapan hanya untuk mencari mu, mencari tuan pemilik rindu ini.
                Rinduku ini seperti tempat yang berlembab. Di sini, dingin sayang, aku butuh cahaya untuk menghangatkan ku. Di sini berlumut. Bau ku sudah apek. Aku basah dan ingin kering.
                Rindu ku ini merindukan mu. Merindukan mu. Aku candu, aku sakau karna itu. Merindu mu candu.aku ketergantungan. Aku setengah bernafas tanpamu. Aku mau kamu tapi sayang terhalang oleh waktu. Aku dipisahkan oleh waktu.



Merindukan mu itu mudah, mudah nya sepeti ini. Aku tak perlu melakukan paapun yang menghasilkan tetes air di kerut keningku atau  sekedar peluh.
Merindukan itu seperti hujan. Terkadang hujan yang lebat, terkadang hujan yang tidak terlalu cukup untuk dikatakan deraas tapi tidak bisa juga dikatkan gerimi. Rinduku mirip hujan. Merindukan mu dengan sangat kuat nya, dengan sederhana saja atau dengan cara biasa saja. Rinduku datang semau nya saja sama juga seperti hujan, dengan rela menghantamkan diri jatuh ke tanah. Kau juga seperti menghantam hati ku dengan rindu yang tak terbalas
Merindukan mu seperti siang dan malam. Seolah sudah begitulah apa adanya. Teratur dan tak bisa ku tolak, makanya dari itu aku terbiasa. Terbiasa dengan rindu yang tak ku undang ini.
Merindukan mu sepeti malam ini,, malam yang polos tanpa bintang, tanpa hujan. Malam yang telanjang. Sama seperti rinduku. Rindu yang ingin keluar bugil dari hati. Rindu yang ingin mencari pakaian nya.

Pakaianya adalah kamu.

D, 2/19/2012 08:30 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar