Sabtu, 18 Februari 2012

Dungu Berserapah

Kali ini kalaha sudah. Habiss.. matil lah kau.
Bahkan sebelum dimulai, aku kalah. Kalah telak.
Aku habis dikahlahkan gengsi. Melumat ku pelan pelan di depan mu.
Layak nya seperti malam yang polos tanpa bintng.
Kalli ini kau menelenjangi jiwa membebaskan rindu yang dia rasa.
Kepada kekasih yang tengah membawa pergi setengah hatinya.
                Silahkan saja. Kau telanjangi hati ini.
Yang kau lihat Cuma hati yang biru dan di samping nya jantung yang pilu.
Apaaa ini ??!!!! kamu lagi.
Mana belatimu? Belati yang kau oleskan dengan pahit palsu mu.
Mau ku bunuh saja hati dan jantung ini.
Agar ia tak selalu saja mendetakkan engkau wahai pendusta manis.
Agar ia tak lagi lagi isinya hanya kau.
                Aku tahu tuhan. Izinkan saja aku menjadi malaikat pencabut nyawa kali ini.
Tapi jadi kan versi manusia nya saja. aku letih menjadi yang terbuang,
Terlumat oleh kelam.
Aku ingin membunuh hati dan jantung ini.
Aku tahu tuhan, ini terlalu kejam.
Tapi biar dia rasakan. Rasanya begini.
Berkali-kali menelanjangi hati lagi lagi ia yang ku temui

D, 2/14/2012 5:31 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar