Senin, 06 Februari 2012

Maullid Nabi :*

                Barusan dapt BBM dari teman yang isinya:
“Jika Nabi Muahammad datang kerumah mu, untuk meluangkan waktu sehari dua hari bersamamu, Tanpa kabar apa-apa sebelumnya. Apakah yang akan kau lakukan untuk nya?”
            Lalu ku berfikir. Mau apa beliau ke rumah saya? Kerumah pengikut nya yang kadang sering “nakal” ini? Sebegitu sayangkah beliau kepada saya? Sebegitu spesialkah saya hingga terpilih untuk dikunjungi? Lalu berkata. ‘ah mana mungkin Tuhan mengizinkan seseorang yang mulia seperti itu mau meluangkan waktu bersama saya’.
           
 Bukan karena apa-apa. Tadi saya dengan sengaja tidak sholat malam dan shubuh. Padahal saya bangun jam setengah empat pagi. Akhir-akhir ini saya menyepelekan ibadah saya sendiri. Padahal Tuhan selalu sayang saya dalam diam-Nya. Saya yakin itu. Saya tidak pernah mau menanyakan Dia di dalam doa ku seperti ini “Tuhan, sayang kah engkau pada dv?” mana mungkin saya bisa selancang itu kepada Nya. Bisa bisa saya meragukan semua asmaul husna Nya. Bukankah Ya Rahman dan Ya Rahim iu artinya Maha Pengasih dan Maha Penyayang?. Saya selalu mencamkan ini di hati saya.

“Apapun yang terjadi itu Kehendak-Nya. Tak perlu banyak tanya sebab Tuhan selalu mencintaiku dalam diam-Nya”. Diam disini maksudnya, setiap aku bertanya kepada Tuhan, tak menjawab nya langsung Walaupun kadang  aku berkali-kali menangis dihadapan-Nya dan berusaha menyembunyikan air mata. Tapi mana ada hal yang mampu di tutupin di hadapan Nya bahkan hati saya yang bonyok ini pun Tuhan sudah tahu pasti.

Nahhh kan. Padahal tadi bilang saya tidak mau mengeluh, tapi tulisan barusan apa -____-.
           
Di kamar saya bahkan lebih banyak komik dari pada buku agama. Kalau buku agama saya punya beberapa, gag cukup sampai lima. Semua buku temtang sholat. Saya memang bermasalah dengan ibadah satu ini padahal shalat itu tiang agama. Padahal dulu sebelumnya saya sholat 5 waktu terus ditambah solat malamnya. Sehabis sholat, dzikir, mengaji, lalu berdoa. Tapi sekarang banyak lalainya. Mau nangis rasanya bagaimana kabar dosa saya di catatan amal nanti.
           
 Saya lebih suka film barat ketimbang film tentang keagamaan. Di tv, film tentang belajar akhlak monoton semua. Orang-orang berbuat jahat trus dapat adzab pada akhir nya dan tobat kembali. Gitu-gitu aja semuanya. Ah Tuhan, manusaia memang selalu pandai untuk berkilah ya.
           
 Dikamar ini lebih banyak foto-foto dari pada kaligrafi. Kaligarfi Cuma nya satu, tempelan pula kaligrafi nya.
           
Jadi teruntuk mu Nabi besar Rasullullah SAW. Dv malu jika engkau berkenan mau mampir kesini, jika mau mengajarkan dv bagaimana menjadi hamba yang (lebih) taat tak apa-apa. Di dalam mimpi dv mampir juga tak apa-apa. Dv ingin menjadi sesederhana Mu Nabi. Bahkan semua nya Nabi buat sederhana. Dikala semua tekanan menekan mu Nabi selalu saja mampu menye-Derhanakan-nya. Di saat merasa bahagia, Nabi juga menye-Derhanakan-nya karena takut akan lupa dengan Allah. Dv suka dengan cara kesederhanaamu Nabi. Ajari dv.

Menulisnya sempat berkali kali menetskan air mata. Tetapi tidak sambil mendengar lagu religious -____-
My room, 5 februari 2012.
09:50 am.

**maulid Nabi Muhammad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar