Kamis, 03 Mei 2012

senja dan kekasih mantan.

Dengar, cintai saja dia sebaik hati yang kau punya, jangan mematahkan hati nya. Aku tak ingin dia seperti yang ku kenal dulu. Kamu mengerti? meninggalkan ku demi kamu bukan lah sebuah fikiran pendek dari nya”. Kata-kata itu stabil keluar dari bibir ku tanpa gemetar.

Senja, aku ingin mengirim kan mu, memasuk kan nya ke dalam amplop persis seperti apa yang di berikan pada Alina dari pacar nya. Senja, sesungguhnya dia telah lama menjingga di hati ku.
                         
ayniatnicnem uka




kau jelas tahu, ketika dia bilang cinta kepada mu dia merasakan nya. Jelas sekali. Degup di jantung nya gemetar, mingkin menyeruak ingin keluar” kembali, kata-kata itu keluar pelan dari bibir ku.

Benar senja. Aku menyukai perpaduan bau hujan, rumput-rumput dan tanah. Dia memasuki rongga di seluruh paru-paru ku. setiap hembusan nya aku mengucapkan namanya, pelan sekali, agar angin pun tak mendengar jika aku masih merindukan nya.

Uk aigahab malad hirep utas halas ayn amasreb umak

kenapa kau ini? Bahkan saat bersama mu pun dia tetap berdoa untuk selalu menjadi milik mu. Bukan kah kau bahagia? Kau memiliki ‘ia” kan? Lengkap sudah, kau pasti bahagia. Tak seperti aku, tanpa ‘ia” aku kehilangan “bahag”. Dan aku menguji tabah hati kali ini.

Ah senja, aku mencintai nya, aku akui pada mu, Cuma pada kau saja senja. Dalam diam bibir ku, sebenarnya ada banyak kata kata untuk nya. Benar senja, sesaat kau tenggelam, aku tak lupa. Bahwa aku pernah mencintai nya dengan sangat yaitu saat menatap senja bersama nya setelah hujan reda. Cantik? Benar, kau cantik senja, tenggelam lah. Biarkan aku  terlelap. Kali ini, saat ini.

sruoy eb ot yarp ylno I


3 mei 2012,
04:00 pm.
beeboo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar