Kamis, 17 Mei 2012

SRUOY EB OT YRAP I

Kau merasakan jatuh cinta ketika kau di buat nya tersenyum bahkan dengan hanya melihat senyum nya. Kau merasakan kau jatuh cinta ketika kau sadar, kau merasa begitu kehilangan detak di jantung mu saat berdetak di dekat nya, atau sekedar membeli air mineral gelas untuk nya setelah dia berolahraga, mencari perhatian nya dengan berpura-pura meminta bantuan nya untuk mengajarkan matematika padahal kau ingin menatap matanya, mencari perhatian nya dengan menjadi teman curhat, saat itu pun kau rela hati menguji tabah hati mendengar curhatan tentang mantan satu dua tiga. Kau merasa kesedihan nya ialah kau tanggung. Kau berusaha, sehati mu membuat dia melupakan nya perihnya.

Kau merasakan jatuh cinta ketika kau pun mau mejadi apa pun yang dia pinta, bahkan menjadi orang lain di saat itu pun bukan dirimu. Kau tahu kau lakukan semua nya karena kau jatuh cinta, kau merasakan kupu kupu nyaris tak pernah berhenti mengepakkan sayap nya di perut mu, dan senja selalu tak pernah absen merona kan senyum mu, kau bahkan dengan lantang meneriakan dia hati “I PRAY TO BE YOURS”.

Ketika kau tahu, semesta begitu bekerja dengan baik sesuai permintaan mu, dia mendekat kan hati mu dalam hatinya, kau bahkan menjadi seseorang yang dengan pasrah akan di rindukan nya, ataupun akan di hujam dengan perhatiannya, mengingatkan makan, tidur, sholat, saat kau jelas tahu bahwa kau pun bukan anak kecil yang pantas di ingatkan lagi. Kau begitu sempurna memilikinya, dengan lantang mengucapkan kepada langit bahwa dia mencintai mu, memamerkan kepada senja bahwa ia kini pembuat rona di senyum sabit mu, memalingkan wajah mu kepada sepi bahwa ia kini pembunuh sepi mu. Kau bahagia, begitu bahagia, mempercayakan semua kebahagian padanya. Mepercayakan kan semua kesedihan mu di air matanya, kau pun bahkan seperti bayi, yang dengan senang hati tanpa ragu mengunyah tanpa gigi apapun yang di ucapkan nya, mempercayakan setiap kata-katanya, kau letakkan janji nya tetap di samping hati mu.

Kau menyimpan nya rapat-rapat dalam hati mu, kekuarangan nya. Mengumbar kelebihan nya pada teman-teman dekat mu, karena kau bangga, kau pun berjalan lantang, lantang hingga kau lupa dengan  ‘orang ketiga’, ‘egois yang lebih tinggi dari badan mu’, ‘possive’ dan sebagainya.

Lantas bagaimana? Ketika kata ‘putus’ begitu mudah terucap di saat masalah-masalah dalam hubungan itu hanya terjadi beberapa hari? Kemana semua hal yang pernah di pertahankan? Semua kebahagiaan yang pernah bergema di hati? Kemana semua kau hanyutkan? Ketika satu satunya tempat mengahanyutkan itu ialah air matamu sendiri. Dia yang dulu menggenggam mu erat kini merasa lalah, cinta yang ia genggam begitu berat. Kau teluka, terluka. Kau pun ingin rasanya membuang hati mu agar tak merasa perih nya. Kau mulai menyalahkan dunia, menyalahkan semesta, kau menarik rambut mu erat-erat, berteriak. Kau bener-benar kehilangan nya sampai kehilangan dirimu sendiri.

***

Beberapa bulan berhasil kau lalui, berusaha berterima kasih kepada Tuhan ‘ah untung dia Cuma mantan’ ternyata bahkan tak bisa, ketika bahkan kau meminta hati mu untuk berhenti mengangan menginginkan nya, tapi nyatanya kau masih terus melakukannya. kau berusaha untuk jatuh cinta, kali ini dengan hati yang baik, tapi ketika kau di tanya lagi oleh dirimu sendiri tentang “siapa yang kau cintai?’ kau bisa menjaawab nya, tapi kini tidak dengan lantang, pelan, pelan sekali, teramat pelan, kau takut hinggga hatimu mendengar kalau ternyata, cinta itu masih menjatuhi dirinya.

ketika satu persatu laki laki yang ingin menawarkan cinta padamu, kau tetap  bergeming, diam. Kau bahkan tak tahu lagi bagaimana untuk jatuh cinta. Lalu kau melewat kan semua satu persatu. Kau diam tetap diam.
Lalu?  Jatuh cinta itu seperti apa tanya mu pada diri sendiri?
Diri sendiri itu menjawab, hati ku patah, patahan nya di bawa oleh dia.
kau melamun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar