Siang ini terasa tidak panas bagi ku. Langit nya mendung, akhir akhir ini hujan nya cengeng. Dan siang ini, aku berdiri di balkon gedung kuliah ku di lantai 4.. Memotret awan awan yang gelap berjalan pelan, menggulung hitam. Hujan turun, aku berteduh, di sela sela dinding. Aku basah. Tetiba aku rindu rumah.
Rumah yang mampu menyederhanakan kesedihan ku, rumah yang mampu menyempuranakn senyum ku. Rumah yang mampu membuat ku berandai tentang masa depan, rumah yang akan di huni oleh kucing, kita dan anak-anak kelak. Aku rindu kamu, kamu rumah ku.
Aku rindu, aku rindu dengan segala kita yang pernah ada. Aku rindu, aku rindu dengan tawa yang pernah kita layangkan ke udara, aku rindu kita saling menatap mata, aku rindu kita saling mengusap rambut masing masing.
Sayang, aku ingin pulang. Pulang ke hati mu yang ku sebut rumah.
Sayang, tak kah kau ingin pulang? Rumah yang ku sebut kita?
Rumah itu, meski ada kerapuhan di ballik rasa nyaman nya, karena masih saja bocor, masih ada tetes air mata, rasa gerah karena amarah, dan rasa pengap karena ego. Tapi di rumah itu di kelilingi jendela, jendela yang menderu udara. Kita tertawa, merindu, mencinta, aku tak ingin yang lain. Aku tak ingin rumah yang baru.
Sayang, aku rindu.
Pulang lah, rindu ku berdebu
nb: terima kasih sekali, aku rindu menulis. hahaha.
tetiba baca tulisan orang, lahir lah tulisan ini kira" 10 mnt lah, hehe
terima kasih kak Dara Prayoga.
entah lah, aku tak tahu engkau siapa, bahkan nomor sepatu mu pun aku tahu :|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar