Hujan menyambut rinduku.
Fikiran ku dalam menulis ini ialah ‘merindukanmu’. Entah mengapa ini menjadi hobi tersendiri buatku lalu membuat ku kembali menangis. Kau tahu dengan jelas sekali, dulu … sewaktu aku masih kepunyaan. Meriindukan mu itu membuat ku sesak. Aku kadang menangis karena kesesakan itu. Tapi kini disaat kau persis meninggalkan ku disini. Merindukan mu berkali-kali menjadi hal yang rumit bagiku.
Malam ini, aku bersegera mengalihkan pandangan ku dari hp sejenak. Aku memang begini, ketika perut ku sudah mulai terasa tak nyaman oleh rindu ini aku mulai menjauhi diri dari hp. bukan untuk apa-apa hanya untuk menenangi perut dan nafas ku saja, ini tak baik buat jantungku kalau ku biarkan berlama-lama.
Ini lucu, tiap kali ku coba mengungkapkan rindu ku ini padamu, kau selalu berpura-pura menjadi manusia yang tak peka.
“Heiiii !!!! ini perasaan ku dan akuu merindukan muu !! lihat gadis bodoh ini, sayang ??”
tahukah kau aku kadang menangis sambil memejamkan mataku agar aku berpura-pura melihat bahwa kau sebenarnya tak sekejam ini. Lagi-lagi ku berusaha tak menyempatkan diri untuk melihat sisi terburuk mu.
*menyeka air mata.
Menulis itu butuh keberanian, kali ini aku berusaha jujur kepada diri sendiri
“aku masih mampu merindukan mu walau sepihak”
Mungkin kenangan yang kurang baik
memang bukan untuk dilupakan.
Tapi tidak untuk difikirkan lagi.~ beeboo
Di luar hujan masih jatuh, sama seperti air mataku.
Atau mungkin hujan hadir untuk menggantikan tangisku.
Lalu aku tersenyum
The love, boo.
Room, 11 januari 09.45 pm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar